Friday, 13 January 2012
Friday, 30 December 2011
Ternyata, Kita Suka Meributkan Hal-hal Kecil dalam Keluarga
Monday, 12 December 2011
Cara Melipatgandakan “LIKE” Fanpages Facebook
Thursday, 8 December 2011
Waspada Bahaya Menggunakan Jas Hujan PONCO!!!
Thursday, 1 September 2011
Ujian Pertama: Ngacirnya Jamaah Sholat 'Idh Sebelum Khutbah Selesai
Fenomena tahunan yang terus terulang, tidak lain adalah kekurang disiplinan jamaah terhadap tata cara sholat hari raya baik Fitri maupun Adha. Demikian juga terjadi dan saya saksikan kembali penyelenggaraaan Sholat Idhul Fitri 1432 H. di Lapangan Lumintang Denpasar Utara, Rabu (31/08). Dimana banyak jamaah sholat Idh meninggalkan tempat sebelum khutbah hari raya yang disampaikan oleh H. Roichan Muchlis selesai. Kurang disiplinnya jamaah ini tidak hanya menyebabkan kurang sempurnanya sholat Idh yang kita kerjakan, tetapi juga akan mengurangi arti penting dari syiar islam. Begitu pentingnya syiar sampai – sampai Rasulullah saw. memerintahkan kaum wanita keluar pada hari raya Idhul Fitri dan Idhul Adha, yaitu gadis-gadis, wanita haid dan wanita-wanita yang dipingit. Khutbah Idh, baik Fitri maupun Adha dilaksanakan setelah shalat. Hukumnya tidak terpisahkan dari kesunnahan hukum shalat Idh. Mendengarkan khutbah hukumnya juga sunnah. Namun demikian mendengarkan ajakan dan seruan kepada ketaqwaan dan keterikatan pada Syariah Islam termasuk hal yang utama.
Dari sudut norma dan estetika juga kurang menarik dan kurang indah jika melihat kesemerawutan jamaah yang berebut pulang meninggalkan lapangan sementara sang khatib sendirian membacakan khutbahnya. Dan bisa jadi ini membuat syiar dakwah Islam tidak lagi indah dan kurang menarik lagi karena ketidaktertiban yang terjadi.
Terus terulangnya fenomena ini bisa jadi karena sebab pertama, jamaah kurang memahami tata cara sholat hari raya dengan benar. Sehingga harus dicarikan suatu upaya supaya mereka paham tata cara sholat idh, misalnya memberikan peringatan tentang hal ini sesaat sebelum sholat dimulai, tetapi tampaknya hal ini kurang efektif karena terbukti para jamaah kurang perhatikan dan cuek begitu saja. Cara lain adalah memberikan tema ceramah ramadhan tentang tata cara sholat idh kepada ustad atau mubaligh yang bertugas di malam terakhir ramadhan sehingga para jamaah memahami tata cara sholat Idh.Kemungkinan sebab kedua adalah karena kondisi dan situasi tempat sholat. Maka ini sangat berkaitan kesiapan panitia penyelenggara sholat Idh mulai dari peralatan, pengaturan shaf, sound system dan pengamanan. Pengalaman yang terjadi adalah tidak adanya panitia yang khusus bertugas menjaga ketertiban shaf terutama yang melarang jamaah yang berusaha meninggalkan tempat sebelum khutbah selesai sehingga benar-benar proses sholat jamaah Idh berjalan dengan tertib.
Walaupun sholat Idh hukumnya sunnah, bukankah ini adalah ujian kita yang pertama atas kadar ketakwaan kita yang telah kita bangun mulai dari awal ramadhan dengan jalan perpuasa memenuhi seruan Allah selama sebulan penuh. Karena Takwah itu adalah taat, taat atas segala ketetapan dan ketentuan Allah dalam menjalankan syariatnya.
Susunan Pengurus MES Bali: 1432 - 1435 H
SUSUNAN PENGURUS WILAYAHMASYARAKAT EKONOMI SYARIAH
PROVINSI BALI
PERIODE 1432 – 1435 H
A. DEWAN PENASIHAT
Ketua : H. A. Hasan Ali
Wakil Ketua : H. M. Taufik As’adi, S.Ag.
Anggota :
: Drs. H. Mahrusun Hadiono, M.Pd.I
: Drs. H. Abdul Wahab
: Mafrukin
: Ir. H. Maman Supratman
: H. Hasan Basri, SE., M.B.A.
: H. Hasan Aeni
: H. Muslim AR.
B. DEWAN PAKAR
Ketua : H. Agus Yunanto
Wakil Ketua : Drs. H. Abdullah Jawas, M.M.
Sekretaris : Hari Sumarno, S.E.
Anggota :
:H. Roichan Muchlis
: Drs. H. Abdul Madjid Damanhuri, S.H.
: H. Sigit Sunaryanto, S.E.
: H. Rully Soripada
: H. Fauzi Hamid Basultana, Lc., M.Pd.I.
: Ir. H. Suprio Guntoro
: H. Zainal Sania
: H. Ekky C., S.E.
: Drs. H. Saifudin Zaini, M.A.
: H. Masrur Makmur Lantanro
: H. Hadi Sutrisno
C. BADAN PENGURUS HARIAN
Ketua Umum : Ir. Yusar Hilmi
Ketua I : H. Mushoniful Agustian, S.E.
Ketua II : Drs. H. Ismoyo Sumarlan
Sekretaris Umum : Kusnandar, Amd.
Sekretaris I : Gunawan Indropurnomo, S.T.
Sekretaris II : Achmad Khanafi, S.T.P.
Bendahara Umum : H. Made Dharmawan
Bendahara I : Hj. Ary Bram
Bendahara II : Ir. Nurrida
D. BIDANG-BIDANG
1. Bidang Lembaga Keuangan Perbankan
Ketua : Abdul Yazid, S.T.
Wakil : Janter Jupiter
Anggota : Komang Puspa Iriyani
: Firman Yulianto, S.E.
: Hasbi, S.Sos.I.
: Drs. Saidudin
2. Bidang Lembaga Keuangan Bukan Bank dan LKM Syariah
Ketua : Tatak Sulastana
Wakil : Eko
Anggota : Fahmi Fadillah
: Tumaji, S.E.
3. Bidang Lembaga Non Keuangan dan Nirlaba
Ketua : Alim Mahdi
Wakil : Dukha F. Mubarok, S.H.
Anggota : Dra. Any Haniah, M.A.
: Candra Aris Sutrisna
4. Bidang Pendidikan, Konsultasi dan Pemberdayaan
Ketua : H. Husaini Ismail, S.E.
Wakil : Drs. H. Ahmad Rosyid
Anggota : Lutvan Handi Ariefin, S.T.
5. Bidang Penelitian dan Pengembangan
Ketua : Riyeke Ustadiyanto
Wakil : Agni Alam Awirya, S.E., M.S.E.
Anggota : Badrut Tamam, S.T.P., M.Bt.
: Santy
6. Bidang Komunikasi dan Hubungan Kelembagaan
Ketua : Drs. Wahid Yuniarto
Wakil : Syamsudin Nur Kalileuw
Anggota : H. Ekky Rezal, M.S.E.
: Bambang Santoso, S.Pd.
7. Bidang Pengembangan Usaha
Ketua : H. Mardi Sumitro
Wakil : H. Pinto Wahyudi
Anggota : Hj. Tina Gondo Kusumo
: Hj. Dewi Sinaryati, S.E.
: Eka Setiawan Karim, S.T.P.
: Ahmad Firdaus
: Anak Agung Satria Wibawa
: Ir. Hj. Sari Prasetya
Keputusan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah, Periode 1429-1432H. Nomor: 012/SK/MES-PST/VI/2011. Ditetapkan di Jakarta, tanggal 25 Rajab 1432H/27 Juni 2011 M, oleh Ketua Umum, Muliaman D. Hadad dan Sekretaris Jenderal, Muhammad Syakir Sula.
.::.
Wednesday, 31 August 2011
Selembar Tikar Tua
Kisah Selembar Tikar Tua

Tuhan,
Katanya Kau tak pernah tidur, benarkah ?
Kalau aku, aku susah tidur Tuhan…
Kau tahu kenapa ?
Karena aku tak punya makanan yang bisa mengenyangkan perutku,
Aku juga tak punya pakaian yang bisa menghangatkan tubuhku,
Aku pun tak punya kasur empuk untuk mengistirahatkan badanku,
Kau tahu, Tuhan ?
Seharian ini aku sudah bekerja keras,
Membantu mengangkat barang belanjaan orang di pasar,
Menjual kantong-kantong plastik,
Dan membantu Pak Ajis membersihkan sampah.
Aku ingin mengumpulkan uang banyak untuk beli baju dan sandal baru.
Kau tahu kenapa, Tuhan?
Karena bukankah sebentar lagi Lebaran ?
Itu berarti aku bisa menabung,
tak perlu beli makanan,
Karena aku puasa, dan masjid-masjid biasanya kasih makanan gratis buat buka dan sahur.
Tuhan, Kau sudah mengantuk, belum ?
Aku ngantuk
Maukah Kau menemaniku tidur ?
Aku punya selembar tikar tua untuk alas tidur
Cukup kok untuk kita berdua.Tuhan, aku kedinginan
Bolehkah aku memeluk-Mu ?
(Chi chi Sukardjo), Tulisan sini, Foto saya dari sini
Tuesday, 30 August 2011
Ustadz Sarwat Menjawab: Kenapa Lebaran Hari Rabu?
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Dari pada saya harus jawab satu-satu pertanyaan tentang kapan lebaran, mendingan saya tulis aja disini. Siapa yang butuh opini saya, bisa tinggal baca atau copas juga boleh. Yang tidak setuju, ya namanya juga pendapat.
Alasannya :
1. Inilah hasil sidang itsbat resmi antara pemerintah dan perwakilan hampir seluruh ormas Islam. Kewajiban rakyat ikut pemerintahnya yang resmi.
2. Puasa dan Lebaran kita ikut pendapat mayoritas sesuai sunnah Rasululah SAW.
3. Dalam syariah Islam, ormas, kelompok, jamaah dan pribadi-2 tidak punya hak untuk menetapkan kapan puasa dan lebaran. Jadi saya pribadi bilang HARAM mengikuti ormas yang menentang ketetapan resmi pemerintah dan mayoritas umat Islam di suatu negeri.
B. Maka bagi saya hari Selasa 30 Agustus adalah 30 Ramadhan. Artinya kita masih diwajibkan berpuasa di hari Selasa dan hari Selasa sama sekali bukan hari syak. Kalau ada yang tidak mau berpuasa, hukumnya dosa dan wajib qodho' di hari lain.
C. Pemerintah negara lain berhak membuat ketetapan sendiri yang berbeda dengan Indonesia. Kalau kita kebetulan ada di negara lain itu, kita ikut ketetapan pemerintah mereka. Tapi kalau kita di Indonesia, ya kita ikut ketetapan pemerintah Indonesia.
D. Shalat Idul Fithri hanya diajarkan nabi untuk dikerjakan tanggal 1 Syawwal, beliau SAW tidak pernah mengajarkan shalat Idul Fithri tanggal 2 Syawwal. Jadi kalau ada yang 'meyakini' Selasa sudah lebaran, shalat Id-nya harus Selasa dong. Masak tidak konsekuen dengan keyakinannya sendiri? Mana ada shalat Id tgl 2 Syawwal?
E. Kalau ada satu dua orang yang yakin sudah melihat langsung dengan kedua bola matanya hilal Syawwal (mis. di Cakung & Jepara), maka dia boleh langsung lebaran hari Selasa, sesuai dengan apa yang dia anggap sebagai hilal. Tapi mereka tidak berhak untuk menetapkan kapan lebaran, karena bukan pemerintah yang sah. Sedangkan mereka yang cuma dengar kabarnya saja (kabar dari Cakung atawa Jepara), padahal kedua bola matanya tidak pernah melihat langsung, dia tidak boleh berlebaran Selasa, sebab dia tidak melihat langsung, cuma katanya.
F. Sri Mulyani Pulang Malam, Sampai disini wassalam....
*)sumber: http://pkspiyungan.blogspot.com/2011/08/kenapa-lebaran-hari-rabu-ustadz-sarwat.html
*)sumber: http://www.facebook.com/#!/notes/ahmad-sarwat/kenapa-lebaran-hari-rabu/10150300167459801 Read more...





























