Magnet Gerobak Kuliner Modern

Thursday, 11 September 2014

Tak dipungkiri lagi bahwa Design Gerobak yang menarik dan 'eye catching' dapat menyedot perhatian pelanggan untuk segera mencicipi Produk Kuliner Anda.

Tentu Anda yang bergerak di Bisnis Kuliner sangat membutuhkan Design Gerobak yang cantik dan menarik.

Tidaklah rugi jika Anda meinvestasikan sedikit dana untuk Mendesign dan Membuat Gerobak menarik dan khas untuk meningkatkan Omzet penjualan Anda.

Kami mempunyai Puluhan contoh-contoh Gerobak cantik dan menarik, yang sering dipakai dalam bisnis Kuliner yang sebagian besar sudah di Franchise kan. Tentu akan menginspirasi Anda.

Minat bisa kunjungi: contohsop.com
Salam Sukses!!!







Continue Reading...

Anda PKS juga Toh?

Friday, 17 January 2014


Jumat (17/1) - Kuta, Sebelum Khutbah di Hotel Jayakarta, Padma Utara - Legian. Sambil menunggu waktu saya tilawah, mulailah berdatangan jamaah yang sebagian banyak dari luar Bali.

Tidak biasanya, Room Bale Wantilan Hotel Jayakarta kali ini dipakai sholat jumat.  Perusahaan Nasional yang bergerak di bidang Farmasi mengadakan meeting selama seminggu.  Peserta dari seluruh Indonesia dan mayoritas beragama Islam.

Datanglah Pemuda berpakaian gamis, berKopyah dengan Mushaf Quran ditangannya. Duduk di sebelah saya, memberi salam dan memperkenalkan dirinya bernama Syarifudin, yaitu peserta dari Kantor Jakarta asli  NTT.

Entah apa karena melihat saya tilawah, sampai dia bertanya: “One day one juz juga ya, tadz?”
Saya jawab: “Insya Alloh”, dengan sedikit kaget dengan pertanyaanya. Kamipun meneruskan tilawah masing-masing.

Waktu sholatpun sudah masuk, saatnya saya berdiri di mimbar dan mengucap salam dan duduk di kursi mimbar. Kemudian Adzan dikumandangkan. Dan ternyata  (dia, Syarifudin) yang melantunkan Adzhan tersebut.  Suaranya merdu.

Singkat cerita Sholat  Jum’at usai,  kamipun berpamitan, sebelum berpisah dia mengatakan: “Murobby saya beberapa lalu ke Bali, Ustadz mungkin Kenal?

Lho, Anda PKS juga toh?  Hehehe

Continue Reading...

Menakar Cinta Kita Pada Rasulullah

Friday, 10 January 2014

Menakar Cinta Kita Pada Rasulullah
Sahabat, kita kerap berderai air mata tanda cinta pada Nabi Agung Muhammad saw. Bahkan di pusara beliau bagi yg sudah haji/umroh tangis itu menjadi-jadi. Rindu itu menggunung.
Tapi, sungguhkah kita cinta beliau? Apakah kita juga mencintai segala hal yg beliau cintai? Sebagian kita kerap tdk tau kenapa menangis. Apakah karna ingin jumpa? Jikapun berjumpa apakah wajahnya mau menatap kita dg cinta atau malah berpaling?
Sahabat, dalam hari2 kita sungguh banyak yg berat untuk kita cintai pada apa yg dicintai kanjeng Nabi. Pun, kita jga sulit menghindari apa2 yg tdk disuka oleh Nabi meski itu halal.
Seberapa sering kita antar sepiring nasi dg tangan kita untuk fakir miskin? Seberapa sering kita cium kening dan tangan anak2 miskin dan yatim? Seberapa cepat kaki melangkah menyambut fakir miskin dg senyum cerah kita?
Itu mengalahkan cara kita memuliakan tamu2 terhormat. Mencium tangan2 pejabat dan orang hebat, dan menyambut orang2 besar nan saudagar dg amat mulianya.
Sebagian kita datang pada fakir miskin dan yatim lantara punya hajat. Kita mengharap doa2 mereka lantaran ragu, bahwa doa kita diterima Alloh karena kehinaan diri dan belenggu dosa. Tapi, Rasulullah yg agung itu mendatangi mereka karena cintanya pada Alloh SWT.
Dalam banyak kesempatan Rasulullah yang Raja, Pemimpin, dan saudagar itu berusaha menjaga jarak dg orang2 kaya dan pejabat-pejabat. Beliau akan memilih duduk dengan kaum fakir miskin dalam banyak kesempatan. Beliau mendedikasikan bahwa kenabiannya untuk menyelamatkan orang lemah dan tertindas.
Sementara kita? Ponsel dan kamera kita dipenuhi foto2 keakraban kita dg mobil2 mewah, orang2 besar, dan tokoh2 idola. Nyaris tak punya dokumentasi dalam privasi kita hubungan yg tulus dg manusia2 yg dicintai Rasulullah itu.
Sebagian kita telah merasa cukup bahwa tugas2 humanis itu dilakukan orang2 yg mampu kita bayar untuk mengantar zakat dan sedekah. Kita seakan mengalahkan Kanjeng Nabi Muhammad yg super sibuk yang presiden juga pengusaha, tetap melayani orang2 lemah dan tertindas tanpa mengurangi keagungannya sebagai pemimpin.
Sahabat, pada saatnya kita semua akan takut bahwa derai air mata cinta kita itu jangan-jangan palsu. Kita meneladani Rasulullah pada sisi2 yang nyaman, tak mau bersusah payah pada yg amat rutin dilakukan kanjeng Nabi.
Duhai Nabi, Rasulullah yang mulia... Sungguhkah tangis2 kami ini karena kecintaan yg tulus padamu. Atau karena kami menangis lantaran engkau berpaling muka kelak di hari penghisapan. Syafaatmu menjauh lantaran kami hanya berkumpul dg orang2 dan benda2 dunia yg pada masa hidupmu engkau jaga jarak, sedang engkau habiskan waktu hidup menggembirakan kaum fakir miskin dan anak yatim.
Ya habibi, ya muhammad. Ya nabi salam alayka. Ya rasol salam alayka. Ya habib salam alayka ....
Dari seorang hamba: @sunaryojati
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!











Continue Reading...

Serangan Benoa

Saturday, 7 December 2013

Sabtu, 7/12/2013, Tracking Jalur Serangan Benoa

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
Continue Reading...

Pelatihan Marketing Online, Workshop Toko Online & Media Sosial Bersama Alim Mahdi

Tuesday, 29 October 2013

Alim Mahdi
Alim Mahdi
Sabtu (26/10) Perwira Muda (Perhimpunan Wirausahawan Muda) Lombok mengadakan workshop online marketing yang dihelat di Lombok Plaza Hotel and Convention. Acara yang diadakan perdana oleh komunitas pebisnis muda ini menhadirkan 100 peserta dari kalangan pengusaha muda dari seluruh daerah NTB.

Workshop online marketing ini dipandu langsung oleh pakar dan praktisi online marketer, Alim Mahdi dan praktisi social media marketing, Fatkur Rohman. Workshop ini fokus pada pembahasan pembuatan toko online dengan optimalisasi SEO (Search Engine Optimation) dan Social Media Marketing.

Sehingga toko online yang sudah dibuat tidak hanya toko online biasa, namun bagaimana barang yang dijual bisa cepat laku. Acara yang berlangsung full day, mulai pagi hingga sore, berlangsung dengan lancar dan peserta sangat antusias. Bahkan ada peserta yang rela menempuh perjalan 6 jam dari Sumbawa ke lokasi acara di Mataram.

Acara yang didukung penuh oleh Gubernur NTB ini mendapat apresiasi para peserta, mereka sangat berterimakasih dan berharap acara seperti ini harus sering diadakan.

Beberapa testimoni juga banyak disampaikan lewat jejaring sosial di twitter dan facebook. Beberapa antara lain:

Wahyu Permadi, @whypermadi: Workshop Online Marketing with @alimmahdi jos gondos, dpt ilmu jualan via internet yg segmented dan targeted. Apapun bisa dijual di Internet.

Iswandi Khairy Ramen, @IswandiKhRamen: Materi WMO bersama om @alimmahdi yg dipasilitasi oleh perwira muda, gratis, tapi materinya sekelas berbayar 3juta.. #Jebreeet #Jeggerrrrr

Alfian Lombok, @AlfianLombok: @alimmahdi pelatihan yg sangat inspiratif.... Ibarat dlm persiapan pertempuran, semua jenis amunisi sdh diberikan, tinggal penggunaannya.

Iwan Wahyudi, @IwanWahyudi1: bravo pelatihan marketing online @alimmahdi sangat berguna semoga mengalir pahala sebagai ilmu yang bermanfaat.

Mizar Febrian, @mzyounghusband: ONLINE MARKETING WORKSHOP di Lombok Plaza Silatuthmi sesama Wirausawan muda NTB + Promo usha terang-terangan, kartu nama tersebar.

Rony Kadran Lombok, @ronykadran: Workshop marketing online oleh mas @alimmahdi memang woke :-). salam kenal dan salam ukhuwah mas.

Mutiara Lombok @Syabli: Terbuka keran-keran ide untuk menjadi online marketer hebat sepulang dari Workshop Online Marketing di Lombok Plaza thanks Pak @alimmahdi

Dody Kurniawan, @wahiddody: @alimmahdi Kalau kader sudah mantap masyahnya melalui toko online, maka dakwah juga bisa lancar... 



Memang tidaklah mudah menjadi pebisnis online tapi juga tidaklah sulit jika kita terus belajar dan berusaha serta dibarengi dengan kesabaran dan doa. Semoga workshop ini membawa dampak positif bagi sebagai awal kemajuan perekonomian di NTB. (seputarbali.com/Fat)


Alim Mahdi


Alim Mahdi

Alim Mahdi



Alim MahdiAlim Mahdi

  Bagi ANDA! yang berlibur ke BALI, yang susah cari penginapan atau hotel murah dan nyaman??? Jangan Galau.!!! Untuk Anda ada alternatif yang tepat, murah dan nyaman, Kost Exclusive Harian. Kunjungi www.carikamarkos.com atau PIN BB: 2A58EDB0.
Continue Reading...

Low Cost Marketing with Hermas

Friday, 24 May 2013

Bersama Hermas Ednovate, @hermaspuspito seorang Entrepreneur muda & Training Fokus saat seminar Low Cost Marketing & Socmed di Hotel Nikki Denpasar, Bali, 23/5.

Acara seminar yang didukung oleh Indosat dan Bank Mandiri. Dalam pemasaran produk dan usaha kita dapat disiasati dengan biaya yang rendah dan banyak menghematan apabila tahu caranya, dan sangat simple tapi jarang diperhatikan oleh banyak orang.


Continue Reading...

Jasa Bimbingan & Penyusunan Laporan Keuangan

Wednesday, 8 May 2013

5 Sen Media Konsultama  (Denpasar – Bali)

Kini hadir untuk para Entrepreneur & Profesional Muda.

Kami melayani:
Jasa Bimbingan & Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Anda:
1.       Tenaga Siap datang ke Perusahaan Anda
2.       Konsultasi Gratis
3.       Sistem Kontrak (per Item, harian atau bulanan)
4.       Tenaga dan Konsultan yang berpengalaman
5.       Tidak pake ribet

Melayani Jasa Meliputi :
1.       Pembuatan Sistem & Prosedur (SOP) Pelaporan Keuangan (bukan Software)
2.       Penyusunan Laporan keuangan 1 tahun terakhir atau laporan bulanan
3.       Bimbingan dan pendampingan untuk Tenaga/staff Akuntansi perusahaan
4.       Penyusunan SOP transaksi kas/Cash Flow (Kas & Bank)
5.       Analisa Aset (Neraca) dan Laba Rugi Perusahaan
6.       Output laporan Keuangan: Neraca, Laba Rugi, Lap. Perubahan Modal, dll
7.       Laporan pajak
8.       Outsorcing tenaga Akuntansi untuk perusahaan anda.

Pengusaha/Perusahaan yang Sangat membutuhkan kami:
1.       Belum punya Laporan Keuangan (Neraca, Rugi laba, dll)
2.       Belum ada tenaga khusus Akuntansi
3.       Laporan yang sudah ada belum sesuai yg diharapkan managemen/standard
4.       Tidak tahu pasti berapa besar Asset perusahaan
5.       Tidak tahu Harga Pokok Produksi atau Harga Pokok Penjualan
6.       Bermasalah dengan Pajak
7.       Sistem Stok yang amburadul
8.       Pembebanan penyusutan terhadap aktiva yang blm ada
9.       Terkendala menentukan BEP (Break Event Point)
10.   Penyajian Laporan keuangan yang lambat, dan lain-lain.

Kontak: 081237668172
PIN BB: 2a58edb0
www.contohsop.com
Continue Reading...

Kasus PKS: Bukti Kita Suka Menari di Atas Penderitaan Orang Lain

Monday, 4 February 2013

Oleh: Stella | Kompasiana *
Pertama saya mau sampaikan, bahwa saya bukan konstituen apalagi  kader PKS. Saya juga bukan orang Islam. Saya buat tulisan ini karena saya melihat komentar-komentar yang diarahkan ke PKS sudah mulai tidak proporsional.
Terbongkarnya kasus suap kuota daging impor, yang menyeret Presiden PKS, Lutfi Hassan menjadi tersangka, seperti menyulut sorak sorai cemooh orang-orang di berbagai penjuru negeri. Sejauh  mata saya menyimak, di twitter, facebook, kolom-kolom komentar media online, semua memojokkan PKS, bahkan banyak yang menyrempet agama Islam. Kalimat seperti "dasar tukang kawin, ternyata korupsi juga", atau "Kader PKS menebar air mata buaya", dll.  Bahkan nama PKS juga diplesetkan jadi Partai Karapan Sapi, Partai Korupsi Sapi, dll. Berita di media juga berkembang makin memojokkan.
Rumah Lutfi Hassan pun dikutik-kutik , seolah-olah rumah ini pasti hasil korupsi :   http://news.detik.com/read/2013/02/01/201317/2159186/10/luthfi-hasan-juga-punya-rumah-di-batu-ampar-jaktim?991104topnews

Yang lebih menggelikan lagi, beredarnya bakso celeng juga disalahkan ke Lutfi. Padahal menurut saya sih, orang licik tetap saja licik, inipun sudah berlangsung lama kok. Reportase investigasi bertahun silam pernah bahas bakso daging tikus.

Mengerikan bangsa ini dalam memperlakukan orang. Kita seperti kembali ke jaman kehidupan Isa Al Masih, dimana janda yang dituduh berselingkuh dihukum rajam. Bagaimanapun, PKS sebagai partai berbasis Islam yang tergolong solid dan "relatif" bersih, tetap merupakan aset nasional. Tanpa PKS apa iya umat Islam punya daya tawar dan posisi yang sangat baik di ranah politik negeri ini ? Apa iya berbagai kebijakan pro Islam itu bisa terjadi jika PKS tidak ada ? Saya saja merasa iri dengan umat Islam yang punya PKS.

Jadi kembalilah berkepala dingin. Jika ingin mengetahui persoalan sesungguhnya, berhentilah menghujat, mulailah dengan duduk tenang dan merunut fakta-fakta, dengan mengikuti aliran uang sebagai berikut :

1. Bagaimana mekanisme impor ? Betulkan Lutfi berperan besar ke situ ? Setahu saya sih kuota impor ini dibahas dan ditentukan bersama oleh kemen Pertanian, Perdagangan dan Perindustrian.

2. Kenapa daging sapi mahal ? Betulkah karena ulah Lutfi ? Setahu saya sih, harga melonjak tinggi karena faktor penyediaan dalam negeri yang masih belum mencukupi, sementara kuota impor dikurangi. Apalagi impor lebih diperuntukkan industri, hotel, resto. Jd

3. Siapa-siapa saja importir daging sapi itu ? Di mana peran Lutfi ? Siapa importir yang merasa sakit hati dengan adanya kuota impor dari IndoGuna ?

4. Siapa AF ? Apa hubungan dia dengan Lutfi ? Siapa yang tertangkap tangan, Lutfi atau AF ?

5. Siapa Lutfi ? Bagaimana hubungan dia dengan pemerintah ?

Nah silakan menelusurinya agar bisa berpendapat secara seimbang. Kalau malas, ya berkomentar saja sesuai yang kita tahu dan sudah baca, jadi proporsional. Jangan suka menari di atas duka orang. Saya menyitir Ahmad Muzani, Gerindra yang dengan tegas mengatakan : Nggak sudi kami menghujat partai lain. Iyalah, toh kita sendiri belum tentu bersih.

Buat kader PKS dan simpatisan, sebagai sesama warga negara Indonesia, saya ikut berduka. Tapi orang selalu bilang, habis gelap terbitlah terang.

*http://politik.kompasiana.com/2013/02/01/kasus-pks-bukti-kita-suka-menari-di-atas-duka-orang-524948.html

Continue Reading...

Berebut Kantong Plastik Dengan Seorang Kader PKS

Oleh: Sunaryo Adhiatmoko (@sunaryojati)
Pada 2007, Bengkulu Utara diguncang gempa hebat. Salah satu lokasi yang cukup parah, ada di Desa Penyangkak. Kala itu, ketika saya datang, Penyangkak setatusnya masih dusun. Sejak emergency hingga recovery, saya dapat pelajaran banyak ikut membangun bangkitnya kampung itu. Kordinator relawannya bahkan jadi Kepala Desa Penyangkak kini. Namanya Pak Hamdan.
Penyangkak persis di Jalur antar propinsi. Amat strategis. Suatu sore pada 2007, saya berbincang dengan Pak Hamdan, tentang mimpi suatu hari Penyangkak jadi desa persinggahan orang untuk sholat. Obrolan itu, sepertinya terlempar ke langit dan diturunkan jadi kenyataan. Hari ini, Penyangkak punya masjid yang dibangun Dompet Dhuafa Republika. Di area masjid, sekaligus jadi kantor balai desa. Masjid, juga jadi tempat persinggahan banyak orang yang melalui jalur Bengkulu Utara.
“Alhamdulillah masjid di penyangkak ramai sekarang mas. Banyak orang yang singgah untuk sholat”, terang Pak Efendi tadi pagi melalui telepon.
Sudah empat tahun, saya tak kontak Pak Fendi, biasa saya sapa. Tapi, lepas subuh tadi, saya ingat lelaki paruh baya bertubuh tinggi ramping ini. Sayang, saya ingat Pak Fendi pada saat kurang tepat. Yakni, saat hari ini tengah mendidih kasus LHI ditangkap KPK.
Pak Fendi, puluhan tahun jadi pendamping masyarakat, sebelum saya mengenalnya. Pribadinya menyenangkan, kadang jika diskusi serius gayanya agak meledak. Tapi mudah reda. Ketika dua hari pasca gempa Bengkulu 2007, Pak Fendi mendampingi saya dan kawan-kawan.
Situasi masyarakat saat itu, agak kalut. Kami dicegat warga di ujung Desa. Tokoh yang menggerakkan warga untuk mencegat, namanya Johan.  Barang yang kami bawa diturunkan paksa. Tapi, Johan tak segarang yang saya bayangkan. Sejak peristiwa itu, dia balik mendukung saya dan kawan-kawan. Bahkan komunikasi terjalin baik sampai saat ini.
“Bacain sholawat, nanti juga hatinya lembut”, kelakar saya agak serius.
Pak Fendi secara usia sudah berumur. Tapi, masih tampak gesit.
“Kemanapun Mas Naryo pergi, akan saya dampingi”, katanya semangat. Meski saya sempat ragu pada ketahanan fisiknya.
          “Saya dan temen-temen tinggal di tenda lo Pak. Siang saja nemaninya”, saya menjelaskan.
          “Sampean meragukan saya? Jangan gitulah, saya terasa lebih muda kumpul antum semua”, pintanya gigih.
          Saya hanya kenal Pak Fendi sebagai aktivis sosial. Belum kenal jauh, siapa sejatinya dia. Mulai hari itu, kami bikin bedeng sederhana di Penyangkak, untuk bersama warga bangun kampung yang runtuh oleh gempa. Bedeng itu, sekaligus jadi masjid darurat. Tiap Magrib dan Subuh, kami saling menguatkan akidah warga korban gempa, untuk tak jauh dari Allah SWT. Esok pagi hingga siang hari, kami singsingkan lengan baju bareng-bareng bangun rumah.
          Pengalaman di lapangan bersama Pak Fendi yang tak mungkin saya lupa, saat kami harus buang hajat (maaf buang air besar). Tidak ada MCK di kampung itu. Budaya warga, biasanya buang hajat di kebon dan hutan. Tapi, kami melakukan dengan cara berbeda.
Lepas subuh, saya, Pak Fendi dan yang lain berebut cari kantong plastik. Lalu, menyingkir ke semak belukar di tepi hutan. Paket dalam plastik itu lalu diikat, kemudian dilempar sejauh-jauhnya ke tengah hutan. Itu, moment terindah kami saat menunaikan hajat. Di tengah penat dan ketegangan mengurus warga, biasanya kejadian lepas subuh itu, kami jadikan bahan bercanda.
Pengalaman yang paling heboh, saat relawan kami sedang asyik di semak belukar, lalu terdengar berisik di belakangnya. Setelah dia menoleh ke belakang, gerombolan babi hutan sudah menunggu. Kaburrrrr, teriak paniklah dia. Kami kecut juga terbahak-bahak.
Hampir sebulan bersama Pak Fendi, saya baru tahu siapa lelaki yang kemana-mana naik motor ini. Mulanya, saya baca koran lokal tentang statement keras, seorang anggota dewan Bengkulu tentang lambannya penanganan korban gempa. Tapi, namanya kok Efendi. Pas lihat fotonya, persis yang lagi sama saya berebut plastik untuk buang hajat itu.
“Ini Pak Fendi”, selidik saya sembari menyodorkan halaman utama koran.
“Ah, bukan. Kembaran kayanya mas”, dia terkekeh mesem. Pertanda benar.
Hampir setahun saya bolak-balik Jakarta – Bengkulu. Kali lain, saya baca koran lokal tentang tuntutan melawan korupsi. Lagi-lagi selalu Efendi anggota DPR dari PKS yang bersuara. Dia jadi anggota DPRD Bengkulu Utara tahun 2004 – 2009.
Jelang akhir jabatannya, Pak Fendi ke Jakarta dan singgah ke rumah saya di Depok. Dia tak mau saya tawari nginap di rumah. Tapi, milih dicarikan penginapan. Pesannya yang murah dan nyaman. Dapatlah kamar Rp 150 ribu/malam dengan pendingin kipas angin, di penginapan bilangan Auri. Esok pagi, saya jemput keliling naik sepeda motor.
Tadi pagi, diujung telepon saya tanya apakah masih jadi anggota dewan. Pak Fendi menjawab cukup sekali saja. Badan rasanya remuk.
“Cukuplah sekali saja. Saya juga bukan kader berprestasi ini, belum bisa kasih konribusi apa-apa buat masyarakat dan partai”, akunya merendah.
“Tapi masih jadi kader kan?”, sindir saya.
“Hehehe, lha ini gak tau mas, gak bisa apa-apa masih dipakai”, kelakarnya sembari meyakinkan masih jadi kader PKS.
          Cara pembawaan Pak Fendi di masyarakat, memang tak meyakinkan jika ia seorang anggota dewan. Berkilo-kilo meter, dulu ia lalui dengan sepeda motor sampai hari ini, mendampingi masyarakat untuk program pemberdayaan. Gaya-gaya seperti itu yang saya yakini meyakinkan masyarakat, kemudian percaya PKS, partai yang bersih dan bekerja untuk rakyat.
          “Sibuk amat nulis esay PKS mas”, sindir teman melalui pesan FB.
          “Saya ogah nulis PKS bos. Saya nulis teman-teman saya yang berkerja untuk masyarakat. Kebetulan mereka jadi anggota dewan dari PKS. Momentnya juga lagi pas hehehe”, balas saya.
          “Dapat apa dong”, kejarnya.
          “Semoga dapat kebaikan. Setidaknya, saya jadi saksi di hadapan Allah, bahwa teman yang saya tulis itu orang baik. Bahkan jika ada petinggi PKS ada yang khilaf dan baca esay saya, mereka melihat ketulusan kader-kader di bawahnya yang zuhud dan tulus, gak tergoda mobil mewah, rumah megah, apalagi jam rolex. Mencontoh jangan melulu ke atas, ke bawah juga biar tetap menjejak bumi”, timpal saya panjang.
          “Iya juga ya. Timbang pada sibuk bikin status konspirasi, kriminilasisasi, dan fitnah mending menulis beginian ya”, tulisnya lagi.
          “Ya, saya cuma ikhtiar mencatat kebaikan orang-orang yang saya kenal. Suatu hari, saya juga bisa nulis teman anggota dewan dari partai lain. Tapi, belum punya hehehe”, pungkas saya.


Continue Reading...

Teman PKS Saya yang “Aneh”

Sunday, 3 February 2013

Pak Muslih (Tiduran)
Mengutip istilah KPK, saya menyebut LHI. Ketika LHI ditangkap dalam posisi sebagai Presiden PKS, saya membayangkan kecutnya mesem Pak Muslih di Pacet, Mojokerto. Tak berani saya SMS, ataupun berkirim pesan melalui FB. Tapi, saya yakin dia selalu membaca status FB saya.

LHI ditangkap, mungkin banyak yang bersorak. Tapi tak sedikit yang sedih, diantaranya Pak Muslih, mungkin. Tapi mujahid tidaklah lemah bersedih saat diuji, Pak Muslih seperti kader yang lain makin mengeras lebihi baja. Saya mengenalnya sejak 2003, melalui guru menulis saya, Mas Hadi Mustofa. Keduanya, dulu aktivis di kampusnya yang gigih memperjuangkan dakwah kampus dan hijab bagi muslimah. Saat Soeharto sedang garang-garangnya.

Pada perkenalan pertama, saya dijemput dengan sedan Toyota Corola tahun 80 an, warna merah. Rumahnya, juga baru saja dibangun permanen. Ia pedagang dan peternak kambing. Dulu peternak ayam saat kuliah. Bahkan dengan ternak ayamnya itu, ia jadi donatur saat mengundang Emha Ainun Najib ke kampusnya di Malang.

Di Pacet, Pak Muslih kepala desa yang cukup dicintai masyarakatnya. Sebagai daerah wisata, ia berjuang agar tak ada investor luar menguasai hotel dan penginapan, tapi warga lokal harus jadi pemilik. Itu berhasil sampai hari ini.

Saya belajar diam-diam tentang kesederhanaan dan bagaimana memegang kekuasaan, salah satunya pada Pak Muslih. Pribadi sederhana, rendah hati, dan punya jiwa sosial. Tiga kali jadi Kepala Desa, mungkin, jika tak memaksa pensiun bisa didaulat jadi Kades seumur hidup.

Kerap saya dan Pak Muslih punya program bersama. Terkait program pemberdayaan masyarakat dan membantu masyarakat tidak mampu. Tapi, pada 2007 – 2009 saya putus silaturahim. Aktivitas saya yang padat, membuat tak lagi sering ke Pacet mengunjungi Pak Muslih.

Baru pada 2010 saya menghubunginya kembali. Saya datang ke rumahnya di Pacet yang sejuk. Rumahnya masih seperti dulu. Ada ruangan khusus dijadikan kantor BMT, untuk membantu masyarakat sekitar mendapat modal bantuan secara syariah. Mobilnya juga tak bertambah, masih yang dulu. Tapi tampak makin tua dan kelihatan bocor jika musim hujan.

"Masih nyaman, gak mogok mesinya", kelakarnya.

Tapi kali ini Pak Muslih bukan Kades lagi. Saya cukup kaget, Pak Muslih sudah jadi anggota DPRD dari PKS. Kereeennn, guman saya. Namun tetap tak kelihatan keren. Dia tak ada yang berubah, tetap seperti dulu. Ke parlemen daerah juga kerap naik motor. Kadang naik sedan tuanya. Ada teman saya yang sama-sama dulu aktivis sosial, juga sudah jadi anggota dewan. Tapi, style nya beda. Bedaaaa. Tampilan wajah dan gaya serta tunggangannya baru.

Pekan lalu, sebelum LHI ditangkap, saya dari rumah Pak Muslih. Kami punya program untuk masyarakat miskin di Jawa Timur. Programnya terkait daging, tapi bukan daging impor. Melainkan pemberdayaan peternak gurem. Dia pribadi yang profesional, mampu menempatkan kepentingan partai sama pribadi. Saya tak pernah kecewa dengan caranya memegang amanah.

Sampai pekan lalu, Pak Muslih tak ada yang berubah seperti saat 2003 saya bertemu. Jauh sebelum jadi anggota DPR. Dia masih bersahaja, naik sepeda motor dalam beraktivitas, dan mobilnya masih yang merah itu. Tapi, kali ini ada yang istimewa. Pintu mobilnya mulai tidak rapat dan ban empat-empatnya sudah gundul. Jika ditanya kenapa tak ganti mobil? Ia hanya terkekeh sembari berdehem.

Sempat terbesit pencitraan. Tapi, apa yang harus dipoles? Dari dulu Pak Muslih begitu adanya, jauh sebelum dia dilirik PKS. Teman saya, seorang pengusaha dari Klaten dan Bali yang ikut ke rumah Pak Muslih pekan lalu berbisik, "Coba mas semua anggota dewan itu begini. Mungkin Indonesia akan cepat sembuh penyakit korupsinya".

Kemarin, setelah heboh LHI, teman pengusaha saya di Klaten kirim pesan singkat, "Masya Alloh mas, itu suruh semua pada belajar sama Pak Muslih". Saya menghiburnya melalui telepon, pada kenyataannya kita memang tak diijinkan Allah SWT menyetempel diri sebagai manusia atau kelompok terbaik.

"Apa ini konspirasi mas?" cecar teman Klaten saya ini.
"Betul mas. Saya haqul yakin ini konspirasi", jawab saya meyakinkan.
"Siapa mas?" penasaran dia.
"Alloh SWT mas. Dia yang punya kekuasaan menegur orang-orang baik", tandas saya.
"Astaghfirullah", sahutnya.
"Kalau Amerika sama Yahudi mas?" tanyanya masih penasaran.
"Mas, konon di KPK itu tak sedikit kader-kader hebat PKS bahkan ketua KPK nya juga disebut kader PKS. Sampean percaya kader PKS didikte Yahudi?"
"Wis embohlah", teman saya putus asa.

Tapi, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, bagi saya PKS aset bagi sebagian Umat Islam. Hanya, ujian pada kesederahanaan, keperihan dan keprihatinan seorang pemimpin yang perlu terus ditempa. Keteladanan Nabi dan para sahabat yang wajib terus ditiru. Tak kan hina, seorang pemimpin tidur beralas tikar berperih perut. Tak kan nista, seorang pemimpin tampil dalam wujud yang pantas.
Saya belajar pada Pak Muslih. Semoga tulisan ini, jadi pemantik teman-teman untuk menulis tokoh-tokoh lokal yang hidup dalam kesederhanaan dan berpegang prinsip. Jika kita meyakini, banyak orang-orang seperti Pak Muslih di partai politik manapun, kabarkan pada dunia bahwa belum kiamat kepemimpinan di negeri ini.

Mohon maaf Pak Muslih, saya menulis tanpa minta ijin. Terima kasih atas inspirasinya. (Oleh: @sunaryojati)

Continue Reading...
moment in time whitney houston whitney houston

Powered by mp3ruler.com